Apaan sih?
  • Saya lebih memilih Sass daripada LESS, bukan karena dia lebih cantik dan seksi, tapi karena memang SASS menawarkan fitur yang saya pikir lebih bisa memenuhi hasrat saya untuk mengatur stylesheet dengan cara yang menggairahkan dan efektif tentunya. (Sepertinya ada yang salah dengan intro saya, abaikan).

    Posted , Author

  • Jadi sebenarnya CSS3 property ini sudah lama bertebaran di dunia pengembangan ujung depan1. Tapi saya baru benar-benar ngeh kalau fitur ini memang sangat menarik, cantik, dan asik!

    Jika biasanya saya memakai supersized untuk membuat sebuah static full screen background, sekarang saya hanya perlu menerapkan background-size pada stylesheet.

    Posted , Author

  • Kan saya pernah bilang ya, saya suka Sublime Text. Tapi ngga sampai jatuh cinta sih, cuma kagum aja, lagian dia juga kayaknya udah punya pasangan. Meski begitu, Sublime Text kalau dijodohin sama Emmet itu asik, sungguh!

    Posted , Author